Jumat, 08 Juli 2011

I'M COMING PADANG

Selasa,  14 September 2010

Hari keberangkatan ke padang akhirnya tiba, setelah semalaman packing pakaian hingga jelang tengah malam (film kaleee …..). pagi ini suasana begitu mencekam….hihihihi maksudnya kalau salah-salah bertindak bisa2 emosi melayang. Yah…wajar donk namanya pengen serba cepat. Tiiit…tiiit…suara klakson travel yang akan membawa kami ke padang city telah datang. Semua barang-barang yang akan diangkut segera dimasukin ke bagasi mobil. Lumayanlah satu mobil khusus untuk satu unit keluarga. Ini aja udah sangat2 terjepit didalamnya. Tetapi yang penting lapangkan hati, semua akan terasa lapaaang (tul…gak tuh temen2 !!!). setelah pamitan sama keluarga ku, aku pun mulai menikmati perjalanan. Beberapa jam perjalanan kami singgah disebuah kedai makanan. Menunaikan segala sesuatu yg mesti ditunaikan. Yang buat aku kaget, ketika buang air di toilet, eh didalam baknya ada ikan kecil2. nyadarnya setelah kegiatan siram menyiram kloset. Perjalanan pun dilanjutkan. Baru hitungan menit eh si mobil udah berhenti lagi, biasa lah ponakan kebelet pipis dan udah gak bias nahan lagi, daripada ngompol di mobil J .
Setelah lebih kurang 10 jam perjalanan yang membosankan dikarenakan macet dan sang supir mutar2 gak jaleh hingga nyasar, akhirnya sampai juga dirumah elok. Huahh…leganya sudah sampai dan dengan gak sabaran segera berlarian mencari kamar mandi karena sangat2 terdesak.  Otot-otot yang kaku selama dimobil, kembali enakan.
Dan ini lah malam pertama aku tidur di kota Padang.


Rabu, 15 September 2010
 Pariaman….go ayo go!!!
Saat bangun pagi aku merasakan suasana yang berbeda. Ya iyalah secara aku sekarang berada di padang. Aktivitas pagi pun dimulai. Sebelumnya terdengar suara teriakan merdu dari emak2 membangunkan seisi rumah. Dengan mata setengah berat, dipaksakan juga buat bangun. Hihihi…belum mandi udah menikmati lotek (tapi jangan salah, udah gosok gigi lho…). Rencana punya rencana hari ini akan ke Pariaman untuk silahturahmi ketempat dun sanak nan jauh dimato dakek di hati. Namanya orang Indonesia, gak pernah lepas dari kata2 “ngaret” .  perjalanan ke Pariaman pun akhirnya sehabis solat zuhur. Dasar si selvi dia ogah ikut. Capeeeks katanya. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama tiba juga di Pariaman. Rumah pertama yang dikunjungi adalah rumah andeh alias mertuanya kakak sepupu yaitu kak Lia. Sekalian kak Lia dan suami beserta anak2nya akan menginap ditempat elok  sebelumnya sewaktu dimobil kami buat kesepakatan dulu.  Jangan lama- lama dirumah orang. Kan kepengen kepantai Pariaman rencananya. Baru berapa detilk duduk, eh udah nongkrong di ruang makan. Maklum belum makan dari rumah. Emang tamu gak sopan!!! Setelah agak lama dan perut kenyang barulah kami beranjak kerumah yang lain. Kali ini Cuma pamitan aja. Tapi sekali lagi dasar emak2,  katanya Cuma bentar eh malah order mukena pula didalam. Dari pada suntuk mending foto-foto ajja. Seperti kata sepupu ku.” Kak , selagi alam pedesaan githu”. Ciiielaa…gaya lah awak ni!!.  Jeprat – jepret sana- sini. Dengan segudang gaya. Sayangnya personil kurang satu, selvi gak ada. Dasar tuh anak gak ikutan ke Pariaman, kan seru bisa foto-foto.  Kemudian berlanjut lagi kerumah dun sanak yang lain. Kali ini emang agak lama. Maklumlah mesti solat magrib dahulu. Huhuhu…gak kesampaian kepantai. Si adek udah merengek-rengek daritadi minta ke pantai, tapi hari sudah magrib. Oh, iya kami sebenarnya konvoi tiga mobil. Biar seru ajja rasanya. Habis magrib perjalanan dilanjutkan, satu mobil lagi berpisah dan dua mobil lagi yaitu mobil kak sri dan kak lia. Kami singgah kerumah sodara yang tinggal di Malaysia. Obrol sana-sini kamipun pamit pulang. Setelah memasuki kota Padang kami singgah di tempat jagung rebus. Lumayan mengisi perut yang udah bernyanyi indah.  Dasar perut gak bisa diajak kompromi dan mesti di isi dengan makanan ala orang Indonesia juga. Kami melewati jembatan siti Nurbaya. Hihi…aku kan belum pernah ke jembatan ini. Wah ku sangka hanya jembatan biasa saja, ternyata indah juga. Tujuan berikutnya mengisi perut di pondok sekalian melihat bekas gempa disana. Hahaha…mobil kak lia diajak putar-putar sama mobilnya bang Imran. Mabuk2 deh orang yang nyetirnya. Wah, seperti kota mati area sekitar pondok ini. Seram dan sepi sekali suasanya menjelang  tiba di pusat makanan. Rata-rata orang cina pemilik kedai makanan. Pesananku paling lama datang. Sialny aku terkena sisa-sisa kuah sate yang menempel di meja. Mana baunya sungguh menjijikkan. hoekss…bikin aku gak napsu makan saja lah. Waktu makan ini sebenarnya sudah menunjukkan jam sebelas malam. Setibanya dirumah, dengan segera aku berganti pakaian, karena aku gak tahan dengan aroma tidak sedap tadi.lelah menem[u perjalanan yang begitu panjang dikarenakan kebanyakan muter-muternya, semua anggota personil terkapar diatas kasur. Sebelumnya cerita-cerita dulu sebagai penghantar tidur. Hahahaha.


Kamis, 16 September 2010

Pantai Air Manis

Huh…bising amat suara-suara yang membangunkan orang yang sedang tidur. Mana masih ngatuk lagi dikarenakan semalam tidur agak larut. Ternyata “emak2” sibuk mau ke pasar khusus ikan. Yang dengar2 ikannya segar2 sehabis dari melaut.  Aku ikutan kepasar ikan. Sekalian ingin merasakan suasana pagi hari yang segar diluar sana. Setibanya dipasar, si dua orang “emak2” mulai beraksi melakukan tawar- menawar. Dua orang “bapak-bapak “ hanya mengekor saja serta satu orang anak gadis dan dua orang anak kecil hanya berdiri menyaksikan kegiatan pagi dipasar ini. Karena emak2 masih lama “shopingnya” kami duduk2 dikedai lontong. Makan bubur kacang ijo serta minum. Pasarnya gak bau. Segar malahan. Setelah berpetualang sekitar beberapa jam di pasar ikan. Kami sehera pulang. Didalam mobil menuju kerumah ada2 saja si “emak2” membuat ketawa dan menggosip sikiiiit J. Waduuuh…saatnya bertempur menbersihkan ikan hasil pembelian. Baru pertama kali aku membersihkan ikan. Aku mutilasi tuh ikan. Hahahha. Oh, iya sekedar info…perjalanan hari ini rencanya kepantai air manis. Pantai malin kundang. Sehabis zuhur kami siap-siap berangkat kepanatai air manis. Kayaknya selalu habis zuhur kami jalan2nyalah. Dengan bekal yang lumayan banyak, kami menuju pantai air manis. Sekali lagi si upiak selvi gak ikut. Katanya ogah kalau ke pantai. Ya iyalah secara dia orang padang bisa tiap hari kepantai. Gak seru lu ma viii L . jalan menuju pantai mendaki. Ditengah jalan mobil uda dan kak lia mogok. Akhirnya sebagian numpang ke mobil kami. Sempit2an deh. Kali  ini pergi dengan 3 mobil lagi. Dipantai kami jalan2 disekitarnya. Aku dan icha kebetulan melihat penjual kacamata. Kami samperin deh. lumayan buat mlindungi mata dari sinar matahari. Dasar semua banci kamera. Kemana- mana gak pernah lepas dari berfoto-foto. Ada tuh satu orang emak2 mengatai dirinya gadis. Dia bilang”fotoin donk pa yang gadis2…hahahahaha”. Ntah mana yang gadis ntah mana yang emak2 lah.(pissss…k ik. hehe) . kami menyaksikan batu malin kundang yang sudah hampir gak berbentuk lagi. Karena habis dikikis air pantai. kayaknya gak minat gitu mau makan. Padahal perut sangat lapar berat. Habisnya aku meliat si guguk kencing didekat pohon. Jadi, aku kepikiran kalau tempat yang beralas tikar yang sedang diduduki sekarang ini, juga tempat dia melepaskan pipisnya. Hihihihi!!! Puas main2 dan foto2 dipantai saatnya siap2 pulang. Ponakan mesti mandi dulu, karena mereka kotor banget sehabis main dipasir. Saat ditempat pemandian, ada cowok yang curi2 pandang lke arah aku. Hehe, aku mah pura2 gak tau ajja. Wuih keren bok. Emang dasar orang cantik, dimana-mana selalu aja jadi pusat perhatian. Prikitiiiiwww…hahahahaah!!! Ku akui dipantai ini, cowoknya keren abisss. Lumayan buat cuci mata ajja.  Huhuhu,,,jalan mendaki keatas serta berbelok- belok. Pusiiiiiiing deh!!! Setelah nyampe ditengah kota, rencana selanjutnya ingin berkunjung kerumah bang dodi dan bang kojek. Tapi sekali lagi mobil nya kak lia dan uda mogok lagi. Gak jadi deh rencananya. Akhrinya karena hari sudah magrib, kegiatan menyetir diambil alih oleh kak sri. Bang imran dan uda tinggal menunggu orang bengkel datang. Dengan berat hati sang suami tercinta melepaskan sang istri untuk nyetir.hihihihi. sebelumnya mengantarkan kak lusi (istri bang dodi) pulang kerumahnya. Kami gak sempat singgah karena hari sudah malam. Setibanya dirumah kamu beristirahat sejenak. Kebetulan teman lama kak sri datang berkunjung. Agak berapa lama barulah mereka pulang. Rencana selanjutnya adalah melanjutkan rencana yang tertunda. Yaitu ketempat bang kojek untuk silahturahmi dan mengisi perut yang lapaaaaaaar. Uda gak ikut, karena capek berat. Makan…makan,,,tanpa basa-basi akhirnya kami makan. Dasaaar semua orang2 kelaparan. Tapi dasar lagi apes, meliat ayam gulai yang gede jadi tergiur, ternyata setelah dicoba dagingnya gak bisa diigigit alias alot banget. Hahahahaha! SMP… itulah kata2 yang tepat. Alias Siap Makan Pulang. Yah obrol2 bentar dulu lah. Sesampainya dirumah semua tertidur tanpa kata-kata. Perut kenyang badan panek2!!! Zzzzz……zzzz…zzz…



Jumat,  17 September 2010

Hoaaahemmm…mmm aghhh enaknya bisa tidur dengan pulasss. Seperti biasa, aktivitas pagi kembali dimulai. Ibuk2 masak2 untuk bekal nanti, sang bapak2 mengajak anaknya mandi di Batang air belakang rumah. Sang gadis2 ikutan bantu2 masak. Perjalanan kali ini tidak dimulai lagi sehabis zuhur, sedikit agak cepatlah. Rencana nya kami akan ke batu sangkar , danau singkarak dan pagarayung. Rencana ke bukit tinggi sepertinya tidak kesampaian. Gak cukup waktu buat shoping. Selama diperjalanan ada-ada saja job lucu yang membuat perjalanan tidak membosankan. Habis jumatan barulah sampai di danau singkarak. Kami menggelar tikar dan makan siang sembari menyaksikan pemandangan. Setelah perut terisi perjalanan kembali dilanjutkan. Mobil yang konvoi mulai pisah-pisah.  Berhenti sejenak untuk foto2 di seputaran singkarak. Rugi donk, capek2 kesini tapi gak ada momen indah yang tercipta.
Beberapa lama diperjalanan, tiba jua di pagaruyuang. Diistana Baso Pagaruyung lebih tepatnya. Istana ini sudah direnovasi, karena terbakar ditembak petir. Hari menjelang magrib, perjalanan dilanjutkan. Dimobil tercetus rencana baru. Daripada besok capek2 kebukit tinggi, mending malam ini kami menginap di bukit tinggi. Mulailah menghubungi sanak saudara yang bersemayam di Bukit Tinggi.  Hihihi…mana gak ada bawa baju ganti. Janjinya setiba di bukit tinggi akan membeli pakaian dalam. Eh, malah terlupakan karena ke asyikan main di jam gadang sehabis makan sate yang nauzubillah mahal bangeeet euy, padahal Cuma sate gerobak tuw. Hari makin larut, kami segera beranjak mencari hotel. Padahal udah berjanji mau menginap ditempat sodara yang dihubungi tadi. Berhubung karena alasan tertentu makanya mencari penginapan. Semua hotel didatangi, tapi penuh. Ada yang kosong, tapi Cuma satu kamar. Hahahaha…semalaman kami habiskan hanya buat muter2 mencari penginapan. Keputusan akhir, kami menginap juga ditempat sodara tersebut. Hihihih…dasar emang rencana awal juga yang berjalan. Tiba dirumah sodara jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Mana dingin rasanya. Bukit tinggi githu lho!!!! Dengan badan ditekuk, aku tertidur plus udah capek selama di mobil. Semua susun sarden tidur diruang tamu nan dingin.


Sabtu, 18 September 2010
Bangun pagi ku terus mandi….upsss salah teman2. bangun tidur yah ku tidur lagi dengan berselimut kain sarung. Brrrr…dingin! Tapi, gak mungkin gak solat subuhkaaan?? Dengan langkah setengah hati, aku dan yang lainnya kekamar mandi untuk berwudlu. Dingiiiin gilaaaaaaa….rasa disiram es batu. Solat dengan mulut menggigil. Mencoba tidur sehabis solat. Tapi mata gak mau terpejam. Makan…makan…makan!!! Saatnyan makan pagi dengan sepiring lontong. Lucunya ketika mau mandi, sikat giginya gantian. SALOMA cuy…!! Hiiiii….joroook. tapi mau gimana lagi daripada bau jigong sewaktu shopping di Bukit Tinggi. Habis mandi kuterus jalan,,,,,yapsss saatnya jalan2 ke Aur Kuning untuk menghabiskan uang. Hahahahaha. Pamitan dulu sama keluarga ungku. Sekalian salam temple buat sang tuan ruamh yang sudah dengan baik hati membukakan kami pintu tengah malam.hehhehe.
Ketika sampai di Aur Kuning, akitivitas dipasar belum sepenuhnya dimulai. Masih pada beres-beres barang dagangan. Kerajinan banget yah kami??? Go…tawar menawar!!!! Lumayan lah dapat harga grosir disini. Iming2 beli barang untuk jualan, padahal untuk dipakai sendiri. Dosa gak yaaaaaaaaaaah??? Lama juga belanja di pasar Aur ini. Hingga gak terasa perut mulai keroncongan. Mana sempat pula digodain sama abang2 tukang jual. Hahahha ge’er dikit boleh taaak???. Berat sekaleee kantong belanjaan, mana mobil nun jauh diseberang sono parkirnya. Nasib2!!! Setelah semua anggota terkumpul, perjalanan dilanjutkan. Si adek dan si kakak yang habis pulang dari kebun binatang bersama sang papa, bercerita tentang petualangan selama dikebun binatang.
 Tidak lupa singgah di sanjai. Aku pun beli kerupuk sanjai untuk dibawa ke pekanbaru. Borong cuy…..!!!! perjalanan menuju Padang dilanjutkan. Hufh…macet gilaaa…sepanjang jalan. Sehabis magrib akhirnya sampai juga dikota padang tercinto. Tidak lupo silahturahmi ketempat teman lama kak Sri. Lumayan makan bakso, lapaaar seeeh. Emang lah yah, bila perut kenyang hati pun kembali riang. Tralalala..lalala trillili..enak sekaliiii…hihihihi.


 BERSAMBUNG ….NEXT TIME…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar